Warisan gereja mula-mula bagi gereja modern (bagian #2): A joyful obedience

[id]Baca : Kisah Para Rasul 1:1-13

Salah satu warisan dari gereja mula-mula yang wajib diteledani oleh gereja modern sekarang ini, bisa kita baca dari ayat-ayat di atas. Dokter Lukas menuliskan kisah munculnya gereja mula-mula di Yerusalem secara runtut. Beliau memulainya dari sebuah perintah sederhana yang diberikan oleh Tuhan Yesus.

Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa …” (Kisah Para Rasul 1:4). Sebuah perintah sederhana yang bisa saja menimbulkan pertanyaan di kalangan para murid.

Bisa saja di hati mereka muncul pertanyaan-pertanyaan, “mengapa harus di Yerusalem?” atau “apa itu janji Bapa?”, dan mungkin banyak pertanyaan lainnya. Tetapi yang indah adalah, mereka tidak mempertanyakan dan meragukan perintah itu.

Jika kita melompat ke Kisah Para Rasul 1:12-13 mereka melakukan perintah Tuhan Yesus itu dengan ketaatan dalam sukacita.

Saya senang frase ini, “ketaatan dalam sukacita”. Mereka taat dengan penuh sukacita di hati, mereka tidak taat karena terpaksa.

Mari meneladani warisan gereja mula-mula ini. Jangan menjadi taat karena terpaksa. Mari naik level setingkat, jadi anak-anak Tuhan yang taat dalam sukacita penuh. [/id]

[en]Read : Acts 1:1-13

One of the legacies left by the first church can be read from the verses above. Luke wrote the story beautifully. He started the story from a simple command from our Lord, Jesus Christ.

He commanded them not to depart from Jerusalem, but to await the promise of the Father …” (Acts 1:4). A simple order, but maybe it could raise questions from the apostles.

“Why should be in Jerusalem?” or “what is the promise of the Father?” or maybe other question. But, the apostles never doubt or asked those questions.

Jump to Acts 1:12-13, we can see that the obey Jesus in joy. They have what I call “a joyful obedience”. Yes, I like this phrase, “a joyful obedience”.

They obey the Lord with a heart full of joy. The obey not because they had to do that, but they enjoy to obey the Lord. That was a joyful obedience.

Don’t obey our King because we have to do that, but because we have a joyful obedience. [/en]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.