A ready servant? or a willing servant?

Bekerja di ladang-Nya Tuhan sebagai hamba bukanlah tentang kesiapan ataupun kemampuan, melainkan tentang kemauan. Saya melihat ada orang yang menolak melayani karena merasa kurang mampu dan tidak siap. Tetapi saya juga melihat banyak orang punya kemampuan tetapi tidak mau melayani sebagai hamba yang sejati.

Mari belajar dari pengutusan Musa, bahwa saat kita melangkah melayani Tuhan, bisa saja tidak ada kemampuan, yang penting adalah kemauan untuk melayani. Karena, Tuhan sendiri yang memampukan dan menyertai kita saat kita mau melayani Dia.

Waktu Tuhan menemui Musa dan mengutusnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, Musa menyatakan 5 alasan. Dan atas 5 alasan itu, Tuhan pun memberikan jawabannya.

Alasan Musa Janji TUHAN
Tidak mampu (Keluaran 3:11) Kehadiran dan penyertaan-Nya (Keluaran 3:12)
Tidak ada otoritas (Keluaran 3:13) Nama-Nya (Keluaran 3:14)
Ketidakpercayaan (Keluaran 4:1) Kuasa-Nya (Keluaran 4:2-9)
Tidak pandai bicara (Keluaran 4:10) Pengajaran-Nya (Keluaran 4:11-12)
Ketidakmauan (Keluaran 4:13) Amanat-Nya (Keluaran 4:14-16)

Saya tidak pernah melihat orang di dalam pelayanan berdasarkan besarnya kemampuan dan keahliannya, karena Tuhan juga tidak melihat dengan cara demikian. Kemauan sudah cukup bagi Tuhan, karena Dia menjanjikan kehadiran-Nya, Nama-Nya, kuasa-Nya, pengajaran-Nya, dan amanat-Nya, bagi mereka yang “mau” menjadi hamba bagi-Nya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.