3 pertanyaan Kristus kepada murid-Nya (bagian 1)

Dalam tiga rangkaian khotbah berikut, saya ingin menunjukkan tiga pertanyaan yang langsung ditanyakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Dalam hal ini yang adalah juga pertanyaan bagi kita yang mengaku sebagai murid Kristus.

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.[1]

Apakah yang kamu cari?

Itulah pertanyaan pertama bagi kita. Menurut injil Yohanes, kalimat inilah yang tercatat sebagai kalimat pertama yang keluar dari mulut Kristus. Ketika Andreas dan – kemungkinan besar – Yohanes mengikuti Yesus setelah mendengar pernyataan Yohanes Pembaptis, “Lihatlah Anak domba Allah!”, pertanyaan ini diajukan oleh Tuhan Yesus, “Apakah yang kamu cari?”

Pertanyaan yang sama yang diajukan Kristus untuk kita jawab. Mengapa pertanyaan ini menjadi penting untuk kita jawab.

Dalam bentuk kalimatnya, pertanyaan ini adalah present tense. Tuhan tidak bertanya kepada Andreas dan Yohanes, “Apakah yang SEDANG kamu cari?”.

Dalam terjemahan Jonathan Mitchell New Testament dituliskan demikian:

Now Jesus, being suddenly turned and then gazing at them following, is saying to them, “What do you HABITUALLY look for?” Yet, they said to Him, “Rabbi,” – which, being translated and explained, is normally being explained, is normally being termed “Teacher” – where are you habitually remaining and dwelling?”

Pertanyaan yang ditanyakan Kristus kepada kita adalah apa yang selalu kita cari dalam hidup kita.

Dalam bahasa Yunani, kata cari ini menggunakan kata z?t?o yang secara kiasan salah satu maknanya adalah menyembah. Pertanyaan apa yang kita cari bisa diterjemahkan sebagai apa yang kita sembah. Karena apa yang sungguh-sungguh kita perjuangkan untuk ditemukan, itulah yang sesungguhnya menjadi obyek penyembahan kita.

Tentu Anda dan saya bisa jadi punya perbedaan jawaban untuk pertanyaan ini. Tetapi Andreas dan Yohanes memberikan satu jawaban kepada Tuhan Yesus, “di manakah Engkau tinggal?”. Tinggal (Yunani: meno) berarti tempat kehadiran. Yang mereka cari adalah tempat kehadiran Tuhan Yesus. Mereka tidak meminta Kristus hadir dalam hidup mereka, tetapi mereka membawa hidup mereka masuk ke tempat di mana Kristus hadir.

Sekarang sekali lagi pertanyaan ini keluar dari mulut Kristus kepada kira, “Apa yang kamu cari?”. Dan apakah jawaban kita?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Yohanes 1:35-39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.