Inspirasi iman dari keluarga Michael Job

Extreme Devotion -- the Voice of the Martyrs

Extreme Devotion — the Voice of the Martyrs

Ketika berbicara tentang gereja teraniaya, ketika menulis tentang mereka, ketika berdoa untuk mereka, fokus saya adalah kita harus bergumul untuk mereka, kita harus mendukung mereka, kita harus berdoa supaya iman mereka tetap teguh. Tetapi seringkali yang terjadi adalah kebalikannya. Pergumulan mereka, penyerahan, kesabaran, keteguhan iman mereka yang menginspirasi dan berdampak kuat terhadap kehidupan kekristenan saya.

Pada bulan Juni 1999 seorang mahasiswa kedokteran di India bernama Michael Job dibunuh dengan ditabrak mobil oleh kelompok radikal yang membenci kegiatan penginjilan ayahnya. Dr. P.P. Job, sang ayah, adalah seorang pengkhotbah dan penginjil terkenal – beliau wafat tahun 2012. Karena tidak bisa menyentuh Dr. P.P. Job, mereka mengincar dan membunuh anaknya. Di pemakaman Michael Job, ayahnya berkata, “Kehilangan anak laki-laki saya seperti terpotongnya tangan kanan ini, tetapi saya tetap akan melayani Tuhan dengan tangan kiriku.”

Keluarga Michael Job menuliskan hal ini,

I asked for strength – and God gave me difficulties to make me strong.
I asked for wisdom – and God gave me problems to solve.
I asked for prosperity – and God gave me brain and brawn to work.
I asked for courage – and God gave me dangers to overcome.
I asked for love – and God gave me opportunities.
I received nothing I wanted – I received everything I needed.
My prayer has been answered.

Referensi >> Extreme Devotion – The Voice of the Martyrs

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.