Mimbar besi jadi saksi

      No Comments on Mimbar besi jadi saksi

Meskipun sering melayani di mimbar gereja, saya tidak begitu nyaman dan tidak begitu suka dengan yang namanya mimbar. Maka, saya lebih sering turun atau keluar dari mimbar saat berkhotbah atau menjadi worship leader. Ada berbagai bentuk mimbar memang, ada yang simpel, ada yang begitu megah, dengan posisi ditaruh di panggung, tetapi ya tidak nyaman saja.

Nah, hari ini saya melihat klip di bawah. Sebuah kisah tentang mimbar, bisa Anda cermati.

Mimbar ini aslinya ada di dalam sebuah gereja di daerah Nuba, Sudan. Gereja ini dibom oleh pemerintahan Khartoum, gedung gereja hancur berantakan, menyisakan mimbar dari besi sederhana yang penuh dengan bekas material bom. Seluruh jemaat terpaksa mengungsi dan bersembunyi di gua-gua. Sekarang, untuk beribadah mereka harus mengangkat mimbar ini ke sebuah bukit, mendaki selama kurang lebih 3 jam. Mereka mengatakan bahwa mimbar itu adalah sebuah pengingat, bahwa gedung gereja bisa hancur, tetapi Gereja-Nya akan tetap kokoh berdiri.

Lain kali, jika Anda memperhatikan mimbar gereja di mana Anda beribadah, atau melayani di mimbar itu, tolong ingatlah dan berdoalah untuk Tubuh Kristus di Sudan yang mengalami aniaya. Kiranya mimbar itu mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari Tubuh Kristus di seluruh penjuru bumi ini.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.