Calo surga

      No Comments on Calo surga

1 Korintus 9:27Dulu waktu masuk Terminal, terbiasa dengan teriakan-teriakan “Cirebon …. Cirebon, …. Surabaya …. Surabaya”. Tidak tahu apakah sekarang masih juga sama. Ya, mereka inilah calo-calo yang dibayar untuk menawarkan bus-bus menuju kota-kota tujuan. Nah, kalau kita perhatikan, meskipun mereka menawarkan bus, mereka tidak ikut bersama kita di dalam bus itu kan.

Ini adalah salah satu hal yang begitu ditakuti oleh rasul Paulus, menjadi seorang “calo surga”.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.[1]

Memberitakan Injil adalah salah satu misi yang ditugaskan Tuhan Yesus kepada setiap kita, dan selayaknya kita bergairah melakukannya. Hanya saja yang seringkali dilupakan oleh orang Kristen adalah kita memberitakan Injil tetapi tidak menghidupinya. Kita memperkatakan Injil tetapi tidak melakukannya.

Everything you say and everything you do should be done for Jesus your Lord.[2]

Paulus menyadari kengerian dari ditolak Tuhan untuk hidup dalam Kerajaan-Nya. Meskipun Paulus tidak pernah mendengarkan khotbah Tuhan Yesus secara langsung, rasul ini tahu persis apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Apa saja yang menyebabkan seseorang yang sepanjang hidupnya memberitakan Injil bisa ditolak masuk ke dalam Kerajaan Surga?

But I give blows to my body, and keep it under control, for fear that, after having given the good news to others, I myself might not have God’s approval.[3]

Orang ditolak masuk ke dalam Kerajaan Surga karena tidak mendapat perkenanan Tuhan. Ayat di atas menunjukkan bahwa rupanya ada orang-orang yang memberitakan Injil tetapi bukan untuk kemuliaan Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian manusia.[4]

I keep my body under control and make it my slave, so I won’t lose out after telling the good news to others.[5]

Alasan berikutnya adalah kalah dalam perjuangan. Kehidupan kekal dalam kerajaan Surga adalah perjuangan, bukan perjuangan siapa yang lebih dulu sampai garis finish, tetapi perjuangan menaklukkan daging dan keinginannya. Kalau ternyata keinginan daging menjadi tuan yang memperbudak kita, tidak ada gunanya berkoar-koar memberitakan Injil.

No, I train my body and bring it under control. Then after I have preached to others, I myself will not break the rules and fail to win the prize.[6]

Yang ini sangat jelas, kita ditolak memasuki garis akhir dan gagal memenangkan kekekalan, karena ada aturan-aturan yang kita langgar. Jangan menyepelekan pelanggaran-pelanggaran “kecil”! Kita tidak boleh merendahkan pengorbanan Kristus Yesus di kayu salib dengan ketidaktaatan dan dengan mudahnya berkata, “toh, Tuhan sudah mengampuniku”.

Rather, I toughen my body with punches and make it my slave so that I will not be disqualified after I have spread the Good News to others.[7]

Terakhir, kita ditolak oleh Tuhan menikmati kekekalan bersama dengan Dia karena kita tidak memiliki kualifikasi yang tepat untuk berada di sana. Lhoh bukankah keselamatan adalah anugerah? Mengapa perlu kualifikasi tertentu untuk diselamatkan?

Baca Alkitab! Tuhan tidak memberikan Alkitab kepada kita hanya sebagai dongeng dan kisah sejarah masa lalu. Di Alkitablah kita akan temukan kualifikasi-kualifikasi yang harus kita penuhi untuk bisa menikmati kekekalan di dalam kerajaan-Nya.

Pertanyaan,

  • Apakah kita hanya ingin menjadi calo surga?
  • Apakah kita hidup untuk mendapatkan pujian manusia atau perkenanan Tuhan?
  • Apakah kita membiarkan keinginan daging menjadi tuan atas hidup kita atau menaklukkannya?
  • Apakah kita sejahtera dengan pelanggaran-pelanggaran “kecil” atau berjuang hidup dalam ketaatan penuh?
  • Apakah kita mau hidup dalam kualifikasi Tuhan seperti yang tertulis dalam Alkitab?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]1 Korintus 9:27
  2. [2]Kolose 3:17 – Easy-to-Read Version
  3. [3]1 Korintus 9:27 – Bible in Basic English
  4. [4]bandingkan dengan Roma 2:29 dan 1 Tesalonika 2:6
  5. [5]1 Korintus 9:27 – Contemporary English Version
  6. [6]1 Korintus 9:27 – New International Reader’s Version
  7. [7]1 Korintus 9:27 – GOD”S WORD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.