Lebaran seorang Kristiani

      No Comments on Lebaran seorang Kristiani
Ketupat

Setelah 1 bulan berpuasa, hari ini adalah hari kemenangan!
Bagi sahabat-sahabat muslim, selamat Idul Fitri 1431 H

Saya akan bercerita tentang pengalaman lebaran saya sebagai orang Kristen. Saya setuju dengan pernyataan bahwa Lebaran kini sudah menjadi hari universal yang tidak terikat dengan satu agama saja, terutama di Indonesia. Semua orang, apapun agamanya sepertinya sudah larut turut merayakan lebaran.

Sama juga dengan keluarga kami. Saya mengalami lebaran di dua tempat yang berbeda. Hingga usia 15 tahun, kami sekeluarga ada di rumah yang lama, kebetulan merawat nenek buyut dari pihak ayah. Jadi setiap kali lebaran, semua family datang ke rumah tersebut. Hal ini berlangsung hingga nenek ini meninggal. Kemudian berpindah ke rumah yang sekarang ini, kebetulan gantian merawat nenek yang sakit dari pihak ibu. Sehingga semua family juga kalau lebaran datang ke rumah kami. Hal ini terus berlangsung bahkan saat nenek sudah meninggal.

Hampir seluruh keluarga besar dari pihak ayah maupun ibu sebenarnya beragama Kristen. Mungkin hanya 5 keluarga dari puluhan keluarga besar kami yang sesungguhnya beragama Islam. Tapi setiap kali lebaran, semua keluarga berkumpul di rumah ayah saya hingga sekarang. Konsekuensinya: setiap lebaran musti masak besar. Puji Tuhan, kalau lebaran ini bisa serentak; jadi repotnya di rumah cuma dua hari. Kalau lebarannya tiga hari seperti waktu-waktu sebelumnya, wah lebih repot to 🙁

Lebaran kali ini menunya adalah Bakmoy, Rica-rica ayam, dan bakwan jagung. Ini keluarga mulai berdatangan, ditinggal sebentar buat nge-blog ini. Ramai sekali rumah ini jadinya.

Semenjak kecil, saya tidak ada tradisi baju baru saat lebaran, atau bahkan saat Natal. Untuk fitrah, saya termasuk anak yang dapat fitrah paling sedikit, karena saya tidak mau meminta dari orang lain. Apalagi sejak SMA sudah bisa cari uang sendiri, akibatnya sudah belasan tahun tidak pernah terima fitrah ni. Malah seringnya ditagih memberikan fitrah.

Oke, cukup dulu ya. Mau silaturahmi dulu dengan keluarga yang lain. Keterbukaan dan toleransi atas keberagaman musti dikembangkan, kalau mau terjadi damai di bumi ini. Sekali lagi, Selamat Idul Fitri 1431 H, untuk teman-teman yang merayakannya. Jesus loves you all.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.