Nasihat Paulus bagi mereka yang (ingin) kaya

Jelas bahwa pengajaran dan khotbah-khotbah untuk menjadi orang Kristen yang berkelimpahan lebih banyak diminati daripada pengajaran tentang memikul salib bersama dengan Kristus.

Saya rasa rasul Paulus sudah melihat bahwa gereja akan terjebak kepada hal ini, maka dia menuliskan beberapa hal tentang pengejaran kekayaan kepada anak rohaninya, Timotius.

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. [1]

Rasul Paulus memberikan kunci sederhana sebuah kehidupan yang “untung besar”, yaitu rasa cukup. Sederhana, tetapi tidak mudah untuk diterapkan. Tentu saja rasa cukup bagi masing-masing orang berbeda. Bagi Paulus, cukup itu berarti asal ada makanan dan pakaian. Bagi Anda dan saya, mungkin rasa cukup berbeda. Motivasinyalah yang membedakan. Motivasi yang benar dalam rasa cukup adalah kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Rasul Paulus menasihatkan bahaya dari pengejaran atas kekayaan. Keinginan untuk menjadi kaya – memburu uang – seringkali membuat orang jatuh dalam pencobaan, jerat, dan nafsu. Hal ini membuat mereka menyimpan dari iman dan menyiksa diri mereka dengan berbagai duku.

Daripada memburu uang, rasul Paulus menasihatkan kita – sebagai manusia Allah – untuk mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Bertanding dalam pertandingan iman yang benar, dan merebut hidup yang kekal.

Manusia yang beribadah

Apakah itu berarti kita tidak boleh menjadi kaya? Tidak, kalau Tuhan memberkati kita dengan kekayaan, nasihat rasul Paulus juga sangat jelas. Jangan menjadi tinggi hati, jangan berharap kepada kekayaan, terus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan dengan suka memberi dan membagi. Paulus mengunci nasihat bagi mereka yang (ingin) kaya dengan kalimat ini, “…. dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya”.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]1 Timotius 6:6-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.