Mengapa saya tidak setuju dengan pengajaran per10an

Glasses on Open Bible ca. 2001Baru saja mengunduh arsip Twitter, rupanya di bulan Februari saya sempat kultwit ringkas tentang #per10an. Kali ini akan saya tuliskan di sini supaya lebih jelas tentang alasan saya tidak setuju dengan pengajaran persepuluhan. Saya bukannya tidak setuju dengan persepuluhan, silakan saja kalau mau mempersembahkan persepuluhan, yang saya tidak setuju adalah pengajaran tentang persepuluhan yang ngawur dan membohongi serta membodohi jemaat.

O’ya, kalau Anda mengatakan bahwa pengajaran persepuluhan gembala Anda sudah benar ya silakan. Tetapi jangan meletakkan doktrin gereja dan gembala Anda di atas Alkitab lho ya. Saya yakin sudah banyak tulisan yang mengupas tentang persepuluhan, di sini saya hanya akan mengupas tentang kepada siapa persepuluhan harus diberikan tentu saja menurut Alkitab, khususnya Perjanjian Lama. Tidak setuju dengan saya? Silakan saja, kita boleh sepakat untuk tidak sepakat to?

Sepanjang yang saya tahu, pengajaran persepuluhan di gereja-gereja berdasarkan siapa penerimanya terbagi menjadi dua. Pertama, diajarkan kalau penerima persepuluhan adalah pendeta atau gembala. Kedua, persepuluhan harus diserahkan kepada gereja.

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.[1]

Ayat di atas yang sering digunakan sebagai dasar pengajaran tentang persepuluhan. Dan dengan mudahnya ditafsirkan bahwa rumah perbendaharaan = gereja. Ehm??? Saya tidak paham tentang penafsiran ini. Silakan kalau mau cari tahu dalam bahasa aslinya, rumah perbendaharaan itu apa, apakah sama dengan gereja?

Nah, saya mau menunjukkan bahwa ada ayat-ayat lain tentang persepuluhan dalam Perjanjian Lama, silakan dicermati.

Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.[2]

Kalau menurut ayat di atas, jelas bahwa yang menerima persembahan persepuluhan adalah bani Lewi. Silakan baca ayat-ayat berikutnya. Dari persembahan persepuluhan yang diterima oleh bani Lewi ini, diambil sepersepuluhnya lagi untuk diberikan kepada imam.

Bukannya bani Lewi itu di zaman sekarang adalah para pelayan di gereja? Kata siapa itu? Kata Alkitab? Jangan ngawur lah. Menyamakan gereja dengan Bait Suci adalah sebuah kesalahan besar dan bertentangan dengan pernyataan Alkitab. Sama halnya dengan mengatakan imam = pendeta/gembala, Lewi = pelayan.

“Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang.[3]

Pernah tidak gembala Anda membacakan ayat ini tentang persepuluhan? Bukan cuma kepada orang Lewi, melainkan juga diberikan kepada orang asing, anak yatim, dan janda-janda.

dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain … Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.[4]

Kalau di sini tersurat jelas bahwa raja juga berhak menarik persepuluhan untuk dipergunakannya.

Kesimpulan sementara, ada tiga golongan penerima persepuluhan:

  1. Bani Lewi (dan imam)
  2. Orang asing, anak yatim, dan janda-janda
  3. Raja

Kalau begitu namanya bukan lagi persepuluhan kan, mustinya jadi pertigapuluhan. Anda dan saya harus menyisihkan 30%. Apakah demikian? Di sini mengapa saya tidak setuju dengan pengajaran persepuluhan. Mengapa yang ditekankan adalah membawa persepuluhan ke dalam kolekte gereja? Di mana ayat-ayat yang lain? Ditutupi dari jemaat? Mengapa tidak diajarkan?

Mau tambah bingung? Silakan baca Ulangan 14:22-23! Di sana ada perintah untuk memakan persembahan persepuluhan di Kemah Suci. Bagaimana lagi itu?

Bukankah ada ayat yang mengatakan kalau persembahan persepuluhan itu haknya Tuhan? Pelajari dulu konteksnya dong! Sekali lagi, jangan seenaknya memenggal ayat Alkitab lah.

Begini, Anda pergi ke mall mengendarai mobil. Anda parkirkan, dan dijaga oleh juru parkir. Selesai berbelanja, Anda kembali ke tempat parkir untuk mengambil mobil. Tetapi juru parkir dengan sangat ngotot hanya mau mengembalikan satu kaca spion. Anda mengatakan bahwa Anda pemilik mobil itu, bahkan dengan menunjukkan STNK dan BPKB. Juru parkir itu tahu dan percaya Andalah pemilih mobil itu, tetapi tetap saja ngotot hanya mau mengembalikan satu kaca spion.

Saya rasa sebagai orang Kristen, kita semua percaya bahwa kekayaan dan harta itu adalah titipan TUHAN kan? Kita ini hanya “juru parkir” yang dititipi toh? Lalu haknya Tuhan Yesus itu 10% atau 100%? Mangga, silakan direnungkan.

Jangan pernah menghidupi kekristenan Anda dengan hukum-hukum agama, bukan untuk itu Kristus datang!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Maleakhi 3:10
  2. [2]Bilangan 18:21
  3. [3]Ulangan 26:12
  4. [4]1 Samuel 8:15,17

6 thoughts on “Mengapa saya tidak setuju dengan pengajaran per10an

  1. Christian

    Pemahaman sy sangat terbuka dengan firman yang dituliskan mengenai perpuluhan. Cmn sy masih bingung. Jadi kesimpulannya apa yang bisa ditarik?

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Silakan ditarik kesimpulan untuk masing-masing ya. Kalau menurut Anda?

      Reply
  2. bell

    Memang kalo mo diliat urutan dari awal adanya perpuluhan ini kan dari jaman Abraham. Dan di PL, umat israel ngasih perpuluhan mrk ke orang Lewi (pengerja), lalu org Lewi bw perpuluhan mrk ke Imam Besar (gembala). Tapi jaman skrg kebalik ya. Yaah, memang krn itu Yesus pertama dan terakhir ngamuk di Bait Allah.. 😀

    Reply
  3. salomo sitepu

    Martianuswb, anda ini seperti orang yg melempar batu sembunyi tangan…..Ajaran KKERISTENAN TDK TINGGAL DALAM AKAL BUDI SEMATA-MATA tetapi juga dalam pengalaman oleh karena Iman atas Firman Tuhan, Iman tidak selamanya harus diuji oleh otak manusia. Kalau seseorang diberkati karena melakukan persepuluhan bukan berarti orang tersebut sesatkan..lalu maksut anda ini apa ??

    Reply
  4. salomo sitepu

    Martianuswb, kalau anda merasa sudah benar dan diberkati dengan TIDAK MEMBAYAR persepuluhan apakah juga dapat anda klaim sebagai Dogma kebenaran menurut saya tidak juga !. Setiap orang akan diganjar dan dihakimi berdasarkan apa yg ia pahami dan lakukan,  tolong jangan membuat  batu sandungan…….Apakah anda memahami Pikiran Tuhan sehingga anda merasa lebih fasih menafsir ayat2 Alkitab ?

    Reply
  5. imd

    Saya rasa sebagai orang Kristen, kita semua percaya bahwa kekayaan dan harta itu adalah titipan TUHAN kan? Kita ini hanya “juru parkir” yang dititipi toh? Lalu haknya Tuhan Yesus itu 10% atau 100%? Mangga, silakan direnungkan.Kesimpulannyamengembalikan 100% kekayaan dan harta kepada Tuhan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.