Perilaku berlalu-lintas priyayi Solo yang “nganyelke” (bagian #1)

Sebenarnya tidak cuma di Solo perilaku berkendara yang awut-awutan, saya mengamati di kota lain juga demikian. Saya tahu saya akan menemukan lebih banyak perilaku berkendara yang cenderung “nganyelke”, jadi saya akan menulis secara bertahap.

#1 Perilaku di traffic-light berkaitan dengan “timer-counter” Orang Solo biasa menyebut traffic-light dengan sebutan “bang-jo”, singkatan dari “abang” (merah) dan “ijo” (hijau). Sebagaimana diketahui, hampir semua bang-jo di Solo sudah dipasangi “timer-counter”, itu lho penghitung waktu yang menghitung detik mundur. Entah, saya belum menemukan fungsi sebenarnya dari alat ini. Kalau Anda memperhatikan, ada kebiasaan buruk para pengendara di sini. Kalau sudah 5 … 4 … 3 …, maka klakson akan langsung dibunyikan, meminta kendaraan di depannya berjalan. Kalau Anda ketemu bus, sudah deh, hampir semua bus akan langsung berjalan di angka 3. Padahal kalau tidak salah, hanya warna hijau di bang-jo yang membolehkan pengendara berjalan to? Apa ini ndak nganyelke?

#2 Perilaku di traffic-light berkaitan dengan “belok kiri jalan terus” Yup, bener. Hampir semua bang-jo di Solo punya aturan “belok kiri jalan terus”. Itu sering dimanfaatkan para pengendara, kalau sudah terhadang lampu merah, langsung belok kiri, terus dengan cepat belok kiri lagi, dan seterusnya. Umumnya pengendara seperti ini begitu ceroboh. Bahasa Jawanya “ngluwer sak-penake dewe”. Ini membahayakan lho, saya beberapa kali hampir ditabrak pengendara yang berperilaku seperti ini. Apa tidak nganyelke ini?

… saya sambung di postingan berikutnya ya … mau sarapan dulu … eh salah sarapan + makan siang!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Perilaku berlalu-lintas priyayi Solo yang “nganyelke” (bagian #1)

  1. mursid

    Kunjungan perdana…saya juga pengen posting soal lalu lintas solo khusus point kedua itu mas… tak cari foto dulu..

    Reply
  2. credendovides4757

    Maturnuwun mas, kunjungannya. Yup, ayo benahi sopan santun kita sebagai Wong Solo melalui blog kita.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.