Natal: sukacita bagi yang terhilang (2)

kandang domba[en]And He spoke this parable to them, saying, What man of you, having a hundred sheep, if he loses one of them, does not leave the ninety-nine in the wilderness and go after that which is lost until he finds it? And when he has found it, he lays it on his shoulders, rejoicing. And when he comes home, he calls together his friends and neighbors, saying to them, Rejoice with me, for I have found my sheep which was lost. I say to you that likewise joy shall be in Heaven over one sinner who repents, more than over ninety-nine just persons who need no repentance. [1]

Jesus told the story of a shepherd who had a hundred sheep, one of which, no reason being given, had wandered and was lost. He declared that any true shepherd, if he had lost one sheep, would leave the ninety and nine, and go into the wilderness, and find it. That is the mission of Christmas.

A sheep is one of the most stupid things. It goes anywhere where it sees a gap. I t does not stop to think. It cannot think. A gap appears in a fence, and the animal goes through it, and away it goes, wandering on, until it is lost upon the mountains, and does not know its way back. I think this description exactly fit with us – especially me – lost from sheer stupidity.

Where is the emphasis? On the word lost in this parable, not on the condition of the thing lost. The emphasis lies in agony upon the heart of the one who has lost. The shepherd is suffering more than the wandering sheep.

It is a wonderful illustration that of the Shepherd, add the Shepherd heart, and the compassion of the Shepherd, that goes out from the field where the ninety and nine are safely gathered, into the desert and the wilderness, and brings back the one. The Shepherd is seeking every one.

Christmas is not about me or about you. If I have a joy this Christmas, it is because The Good Shepherd found me, the one who wandering and lost.[/en]

[id]Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. [2]

Tuhan Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan tentang seorang gembala yang memiliki seratus domba, di mana salah satunya, pergi entah ke mana dan tersesat. Tuhan menyatakan, bahwa seorang gembala sejati, jika kehilangan satu dombanya, akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan, pergi ke padang gurun, untuk mencari dan menemukannya. Itulah misi dari Natal.

Domba adalah salah satu binatang paling bodoh. Domba akan pergi ke manapun saat dia melihat ada celah. Domba tidak akan berhenti untuk berpikir, bahkan tidak mampu berpikir. Ada sebuah lobang di pagar, maka domba akan pergi keluar, berputar-putar ke sana ke mari, sampai tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Saya rasa deskripsi ini sangat cocok untuk kita – terutama saya – yang tersesat karena kebodohan belaka.

Penekanan dari perumpamaan ini bukan pada domba yang hilang dan tersesat. Bukan! Penekanannya pada penderitaan hati gembala yang dombanya hilang. Gembala itu jauh lebih menderita daripada domba yang tersesat itu.

Adalah sebuah gambaran yang indah tentang Gembala yang baik itu, tambahkan hati-Nya, dan belas kasih-Nya, yang pergi ke padang untuk mencari satu yang tersesat itu. Gembala yang baik itu mencari setiap orang – sekali lagi, setiap orang.

Natal bukan tentang saya ataupun Anda. Kalaupun saya bersukacita di Natal ini, itu karena Kristus Yesus – Sang Gembala Agung itu – berkenan mencari dan menemukan saya yang tersesat dan hilang ini.[/id]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Luke 15:3-7
  2. [2]Lukas 15:3-7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.