Orang Kristen yang menjadi seteru Kristus

Orang yang mengaku Kristen tidak menjamin bahwa dia adalah sahabat Allah. Yakobus 4:1-4 menjelaskan tentang bagaimana orang Kristen bisa menjadi musuh Allah.

(1) Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? (2) Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. (3) Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. (4) Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.[1]

Saya sudah beberapa kali mengkhotbahkan ayat di atas, tetapi baru kali ini menemukan sebuah pola yang ditunjukkan Alkitab. Sebuah pola tentang bagaimana orang Kristen bisa menjadi musuh Allah melalui persahabatannya dengan dunia. Gambaran sederhanyanya sebagai berikut.

Hawa nafsu >> mempergunakan Allah (melalui doa) >> tidak memperoleh >> sengketa & pertengkaran

Persahabatan dengan dunia dimulai saat orang Kristen memiliki keterikatan dengan dunia. Hawa nafsun atas keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup mengusasi hidupnya.[2]

Karena dia merasa sebagai orang Kristen, dia mulai berdoa, meminta kepada Tuhan. Tetapi yang sesungguhnya dia lakukan adalah mempergunakan Allah untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri.[3] Tentu saja Allah menolaknya, dia tidak memperoleh apa yang didoakannya itu.[4]

Karena tidak memperoleh apa yang diinginkannya, maka akibat yang muncul adalah terjadinya sengketa dan pertengkaran, saling membunuh, iri hati, bertengkar, dan berkelahi.[5]

Dari sini rasanya sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita bahwa saat kita memilih bersahabat dengan dunia, artinya kita juga memilih untuk menjadi seteru Allah. Lagipula, pada akhirnya persahabatan dengan dunia tidak menghasilkan sesuatu yang baik.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Yakobus 4:1-4
  2. [2]ay. 1
  3. [3]ay. 3
  4. [4]ay. 2
  5. [5]ay. 1-2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.