Lagi, mengenal-Nya secara pribadi

Pagi ini, sekali lagi terpesona oleh Alkitab. Tadi saya baca versi The Message dari Ayub 42, dan dua ayat ini begitu membekas.

“I admit I once lived by rumors of you; now I have it all firsthand–from my own eyes and ears! I’m sorry–forgive me. I’ll never do that again, I promise! I’ll never again live on crusts of hearsay, crumbs of rumor.” Job 42:5-6 (The Message)

Untuk bahasa Indonesianya, silakan baca sendiri ya. Yang jelas, adalah mengasyikkan memperhatikan perbincangan dua sahabat karib ini, TUHAN dan Ayub. Ada beberapa pelajaran yang saya dapat dari percakapan Ayub dengan Tuhan.

Pertama, apa yang disebut persahabatan karib dengan TUHAN Semesta Alam itu adalah hal yang sangat mungkin. Ayub jelas membuktikan hal ini. Percakapan, perbincangan, ngobrol  — atau apapun istilahnya — dengan Yesus bukanlah hal yang mustahil dikerjakan.

Kedua, perhatikan bagaimana Ayub mengakui bahwa pengenalannya akan TUHAN sebelumnya hanya berdasarkan hearsy and rumor — desas-desus, kabar yang didengarnya dari orang lain, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”. Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan, apakah hanya karena mendengar khotbah, ataukah kita sudah mengenal-Nya secara pribadi.

Ketiga, kapan Ayub menyadari kedangkalan pengenalannya akan Tuhan? Setelah dia diperhadapkan dengan penderitaan dan pergumulan yang sedemikian hebat itu. Meskipun jujur, saya takut mengatakan hal ini, tetapi Alkitab seringkali menunjukkan bahwa memang penderitaan seringkali dipakai Allah — dan terbukti efektif — supaya pengenalan kita akan Dia menjadi lebih dalam dan benar.

Mari belajar dari Ayub, sampai kita semua bisa mengatakan “sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka”.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.