Anak yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan

Masih ingat kisah ini? Mari baca sejenak dalam Yohanes 6:1-13

(1) Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. (2) Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. (3) Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. (4) Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. (5) Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” (6) Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. (7) Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” (8) Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: (9) “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (10) Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. (11) Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. (12) Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” (13) Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Ini kondisinya, ada minimal 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, dan mereka semua dalam kondisi kelaparan. Menurut Anda seberapa susah TUHAN Allah yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan ini membuat mujizat memberi makan sedemikian banyak orang? Tetapi ini yang keluar dari mulut Yesus, “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Sebenarnya ada dua orang yang menurut saya bisa disebut pahlawan di sini, anak yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan, dan Andreas. Tentang rasul Andreas saya sudah menuliskannya di artikel berjudul “Andreas: a hero in the shadow“.

Siapa anak yang disebutkan oleh Andreas itu? Saya cuma bisa menebak-nebak. Mungkin dia adalah salah satu anak dari keluarga 5000 orang itu, karena melihat 5 roti dan 2 ikan yang dibawanya, jelas bukan porsi untuk satu orang. Atau bisa juga seorang anak yang kebetulan mendapat sedekah makanan, atau habis dari memacing, entahlah. Yang jelas Alkitab hanya menunjuk anak ini membawa “bahan bakar” bagi mujizat yang akan dikerjakan Yesus.

Apa pelajaran pentingnya, dari sini saya melihat bahwa mujizat sekalipun membutuhkan pengorbanan dan tindakan manusia untuk mengambil bagian di dalamnya. Apakah hal ini berlaku untuk semua mujizat? Saya belum bisa mengatakannya, sementara inilah pelajaran dari kisah ini. Rencana saya setelah tulisan seri Berbuah selesai, saya akan mengupas tentang mujizat-mujizat yang terjadi di Alkitab. Jadi, tunggu dengan sabar ya.

Jika anak ini tidak ada, apakah mujizat 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang ini masih bisa terjadi? Entahlah. Yang jelas, Tuhan Yesus waktu itu membutuhkan anak itu dengan apa yang dibawanya supaya mujizat itu terjadi.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.