Berbuah: damai sejahtera

      No Comments on Berbuah: damai sejahtera

Mungkin kita pernah mendengar komentar seperti ini dari orang Kristen, “Wah, setelah penyembahan di gereja tadi, saya rasa ada damai sejahtera yang luar biasa”. Apakah yang seperti ini yang dimaksud dengan damai sejatera di Alkitab?

Alkitab Perjanjian Baru menggunakan kata “eirene”, sedangkan Perjanjian Lama menggunakan kata “shalom” untuk menunjuk kepada damai sejahtera. Mari kita lihat, bagaimana sesungguhnya maksud Alkitab tentang damai sejahtera itu.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. <Yesaya 32:17>

Mereka segera melakukan kejahatan, dan bersegera hendak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah; rancangan mereka adalah rancangan kelaliman, dan ke mana saja mereka pergi mereka meninggalkan kebinasaan dan keruntuhan. Mereka tidak mengenal jalan damai, dan dalam jejak mereka tidak ada keadilan; mereka mengambil jalan-jalan yang bengkok, dan setiap orang yang berjalan di situ tidaklah mengenal damai. <Yesaya 59:7-8>

Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.<Yesaya 57:21>

Pertama, damai sejahtera tidak bisa berdampingan dengan dosa. Hanya dengan hidup dalam kebenaran dan kekudusan semata-mata, maka kita memiliki damai sejahtera. Maka, jika ada orang yang mengatakan bahwa dia mengalami damai sejahtera di dalam gereja, tetapi tetap hidup dalam dosa, maka damai sejahtera yang dirasakannya adalah palsu.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. <Yohanes 14:27>

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. <Roma 5:1>

Kedua, damai sejahtera tidak akan didapatkan di luar Yesus Kristus. Mau kita punya kekayaan, pangkat, dan berkat duniawi sebesar apapun, tanpa Kristus tidak ada damai sejahtera yang sejati.

Maka, tidak peduli di manapun kita berada, dalam kondisi apapun, selama kita menghidupi dua prinsip di atas, maka damai sejahtera yang sejati akan nyata.

“Di dunia ini, kamu akan mengalami kesukaran, kamu akan menderita, kamu akan dianiaya, tetapi di dalam Aku, kamu akan memiliki damai sejahtera.” (Yohanes 16:33 – farafrase bebas)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.