Apa kata Alkitab tentang hati (bagian 3-terakhir))

Tulisan sebelumnya (bagian 2)

Selain kata “kardia”, Perjanjian Baru juga menggunakan kata “synidesis” untuk menunjuk hati. Secara harafiah synidesis berarti hati nurani atau suara hati. Pada masa Paulus, synidesis berarti pengetahuan mendengai dirinya sendiri. Arti dasar kata itu ialah pengetahuan mengenai suatu tindakan, disertai penilain tentang tindakan itu.

Synidesis digunakan dengan berbagai makna, antara lain:

  • Roma 2:15 menunjukkan bahwa semua orang memiliki suara hati. Dengan anggapan ini, maka semua orang mempunyai kemampuan untuk menentukan apa yang benar.
  • Roma 9:1 dan 2 Korintus 1:12 menekankan bahwa suara hati turut bersaksi mempersalahkan jika perkataan tidak tulus.
  • Fungsi dari suara hati bukan untuk membenarkan diri sendiri, karena yang menghakimi ialah Tuhan (1 Korintus 4:4). Suara hati jika tidak dipatuhi, dapat ternodai (1 Korintus 8:7). Jika suara hati terus tidak dituruti, ia akan mengeras.

Dari tiga tulisan tentang hati dari kata “lev”, “kardia”, dan “synidesis”, istilah hati sering digunakan untuk mengartikan manusia batiniah yang merupakan hakikat dari kepribadian seseorang yang mencakup kehidupan intelektual, kehidupan emosi, kemauan atau kehendak, dan hidup rohaninya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Apa kata Alkitab tentang hati (bagian 3-terakhir))

  1. Pingback: Apa kata Alkitab tentang hati (bagian 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.