Studi membuktikan bahwa orang Kristen kurang membaca Alkitab

Center for Bible Engagement, organisasi yang bernaung di bawah Back to the Bible, menemukan bahwa orang Kristen kurang membaca Alkitab. Studinya menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang membaca Alkitab setiap minggunya, dan bahkan hanya 13,9 % saja yang membaca Alkitab di bukan hari Minggu. Padahal menurut CIA World Factbook, 76,8 % dari populasi Amerika Serikat adalah Kristen.

“Satu hal yang kami temukan dalam studi kami adalah tidak ada — baik kelompok sel maupun kehadiran di gereja — yang dapat membantu seseorang untuk bertumbuh secara rohani seperti Alkitab”, ujar Dr. Arnie Cole, CEO Back to the Bible dan Direktur Litbang Center for Bible Engagement.

Hasil studi tersebut juga menunjukkan peluang orang-orang Kristen yang membaca Alkitab kurang dari empat hari dalam seminggu untuk mabuk-mabukan dan melakukan seks bebas adalah sama dengan mereka yang tidak membaca Alkitab sama sekali. Namun mereka yang membaca Alkitab paling sedikit empat kali seminggu mempunyai kehidupan moral yang lebih baik dan lebih tahan terhadap pencobaan.

Dr. Denny Burk, dekan Boyce College dan dosen Perjanjian Baru di Seminari Teologi Baptis Selatan di Louisville, Kentucky, berpendapat orang Kristen masa kini buta Alkitab sebab semakin miskinnya pengajaran yang Alkitabiah di gereja. Para pengkhotbah lebih mengandalkan meditasi devosional dan pengembangan kepribadian daripada apa kata Alkitab.

Okay, memang itu penelitian di Amerika Serikat, apakah keadaannya sama juga di Indonesia? Saya harap tidak! Saya harap orang Kristen di Indonesia — saya dan Anda — gemar membaca Alkitab setiap hari.

Sumber: Majalah TRUTH edisi 22, 2011: Rehobot Ministry, hlm. 54

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Studi membuktikan bahwa orang Kristen kurang membaca Alkitab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.