Penyalahgunaan Alkitab

      1 Comment on Penyalahgunaan Alkitab

Apakah ada yang belum pernah lihat film “The Book of Eli” yang dibintangi Denzel Washington? Singkatnya ini adalah perjalanan seorang buta untuk mengantarkan Alkitab terakhir di muka bumi ini ke perpustakaan setelah dunia mengalami kehancuran total akibat perang.

Ada sebuah kutipan yang menurut saya menarik dari film ini. Ketika tokoh antagonisnya menyuruh anak buahnya mengejar untuk mendapatkan Alkitab yang dia cari-cari, dia mengatakan demikian.

IT’S (the Bible) NOT A FUCKIN’ BOOK! IT’S A WEAPON. A weapon aimed right at the hearts and minds of the weak and the desperate. It will give us control of them.” Terjemahannya kira-kira seperti ini “Alkitab itu bukan buku! Itu adalah senjata. Sebuah senjata yang diarahkan tepat di hati dan pikiran orang-orang lemah dan tidak punya harapan“.

Kemudian dia melanjutkan dengan pernyataan ini, “People will come from all over, they’ll do exactly what I tell ’em if the words are from the book. It’s happened before and it’ll happen again.” (Orang akan datang dari seluruh penjuru untuk mendengarkanku dan melakukan persis apa yang aku katakan, jika itu berasal dari Alkitab. Hal ini pernah terjadi dan terus akan terjadi)

Okay, memang ini adalah sebuah film fiksi, tetapi pertanyaan saya adalah apakah ini yang sedang terjadi dengan Alkitab? Apakah benar kita menggunakan Alkitab untuk memanipulasi hati dan pikiran orang-orang lemah? Mungkin memang ini yang sedang terjadi.

Kita tidak bisa menafikkan bahwa Alkitab diajarkan tidak dengan kebenaran murni. Alkitab digunakan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Ayat-ayat firman Allah itu digunakan untuk melegitimasi ambisi-ambisi pribadi yang disebut sebagai visi. Bahkan Alkitab juga digunakan untuk mendasari dan membenarkan perang dan pertikaian. Ini bukan pendapat saya sendiri, sejarah sudah membuktikannya.

Maka ketika film itu menyatakan “It’s happened before …!“, itu seperti sebuah tamparan bagi saya. Saya mengajarkan, saya mengkhotbahkan, saya memberitakan, dan memperdengarkan Alkitab. Jangan-jangan saya sedang menyalahgunakan Alkitab, jangan-jangan saya sedang memanipulasi Alkitab. Apakah sejarah akan mencatat gereja yang dipertanggungjawabkan buku suci itu sebagai pihak yang menyalahgunakan Alkitab? Sebagaimana kutipan film itu!

Saya harap kita semua kembali kepada kebenaran murni Alkitab. Mari kita semua kembali kepada tujuan sejati Alkitab itu. Mari kita semua mengarahkan diri kepada hati TUHAN yang mengilhami sendiri Alkitab itu untuk mengetahui kehendak-Nya yang sebenar-benarnya.

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:15-16)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Penyalahgunaan Alkitab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.